Skip to content

Rapuhnya Sistem Pertahanan Negara Bidang Kesehatan Indonesia

Indonesia negara yang berdaulat. Hakekatnya Indonesia memiliki kemerdekaan untuk menentukan yang terbaik untuk bangsanya menggunakan kekuatan dan potensinya sendiri. Namun cita-cita untuk mempertahankan negara yang berdaulat dan mandiri harus dikubur dalam-dalam.

Serangan virus Corona sepanjang 2020 hingga sekarang semakin membuktikan betapa rapuhnya sistem pertahanan Indonesia. Khususnya sistem pertahanan kesehatan nasional. Begitu mudahnya virus masuk ke Indonesia dan menyebar ke pulau-pulau nusantara. Hal itu menandakan Indonesia tidak siap menghadapi serangan virus. Bagaimanapun virus Corona adalah barang ilegal yang tidak diketahui masuk dari jalur mana.

Meski mungkin ada beberapa pulau yang penduduknya tidak terinfeksi Corona. Namun belum ada laporan khusus tentang penduduk pulau tertentu yang negatif Covid 19. Padahal penting untuk diketahui dan patut belajar tentang sistem pertahanan pulau tersebut dalam menjaga warganya tetap bersih dari Covid.

Pandemi Covid menyadarkan kita semua bahwa sistem pertahanan kesehatan Indonesia memang rapuh. Sistem yang rapuh tersebut mengindikasikan pemerintah menghadapi 4 (empat) masalah. Masalah pertama, kesehatan bukan bagian dari sistem pertahanan negara. Kedua, kesehatan bukan bagian dari unsur kedaulatan bangsa. Ketiga, kesehatan hanya dianggap sebagai barang dagangan. Keempat, pembangunan kesehatan hanya melulu soal penyakit atau menggunakan paradigma sakit bukan paradigma sehat. Rincian masalah tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, sistem pertahanan negara ditegaskan di dalam UU Pertahanan Negara nomor 3 tahun 2002, UU TNI nomor 34 tahun 2004 dan UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara nomor 23 tahun 2019.

Definisinya adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, berkesinambungan, dan berkelanjutan untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan melindungi keselamatan segenap bangsa dari setiap ancaman.

Pandemi Covid 19 diakui sebagai wabah yang mengancam keselamatan manusia. Kematian akibat Covid bukan hanya kematian pasien. Tetapi juga kematian ekonomi rakyat, kematian pendidikan, kematian pertunjukan seni budaya, kematian tradisi agama dan aneka kematian lainnya. Karena kesehatan bukan dianggap sebagai bagian dari sistem pertahanan negara, maka pemerintah terlambat sadar bahwa virus dapat melumpuhkan semua sendi kehidupan masyarakat.

Kedua, persoalan kesehatan seperti pandemi Covid tidak diperhitungkan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara. Akibatnya kesehatan tidak pernah dianggap sebagai salah satu pilar kedaulatan bangsa. Begitu sistem pertahanan negara ambrol akibat pandemi Covid otomatis pilar kedaulatan bangsa semakin retak dan rapuh. Mungkin sebentar lagi runtuh. Atau mungkin ada yang menduga bahwa kedaulatan kita sudah remuk jauh sebelum Covid. Perlu dilakukan studi khusus tentang kekuatan dan kelemahan kedaulatan Indonesia dari sejak kemerdekaan hingga masa pandemi.

Ketiga, kesehatan hanya barang dagangan. Topik dalam diskusi kesehatan yang diperbincangkan adalah kalkulasi cost and benefit. Kesehatan dihitung harga keekonomiannya lalu ditimbang untung ruginya. Terlalu banyak bukti bahwa kesehatan itu hanya urusan jual beli. Termasuk ketika pemerintah berdagang dengan rakyatnya untuk urusan kesehatan.

Kalau ingin sehat harus beli vaksin, obat dan alkes. Praktik demikian membuat warga negara Indonesia hanya menjadi konsumen. Kalau Indonesia ingin memproduksi sendiri vaksin, obat dan alkes, dipersulit oleh mafia farmasi internasional melalui tangan badan-badan dunia.

Keempat, pembangunan kesehatan Indonesia menggunakan paradigma sakit. Kalau mengacu pada kenyataan bahwa kesehatan hanya barang dagangan, maka logis jika yang digunakan adalah paradigma sakit. Karena hanya penyakit yang bisa dijadikan obyek dagangan. Kalau semua masyarakat sehat sejak dari kandungan hingga liang lahat. Mafia farmasi akan jualan apa? Paling banter hanya jualan obat vitalitas.

Serangan virus Corona menebalkan keyakinan bahwa sistem pertahanan negara lemah dan akibatnya kedaulatan bangsa keropos. Menjadi bangsa yang berdaulat, bukan lagi mimpi para pemimpin negeri ini. Para pejuang kedaulatan bangsa disingkirkan dari lingkar kekuasaan. Digantikan oleh orang-orang yang mengabdi kepada mafia kotor dalam bisnis farmasi yang tidak pernah tersentuh aparat penegak hukum.

Harus dipikirkan “jalan baru” pembangunan sistem kesehatan nasional. Jalan baru itu harus berada di dalam jalur sistem pertahanan negara. Jangan membangun sistem kesehatan nasional di luar tujuan pertahanan negara. Sehingga kelak kedaulatan bangsa akan tetap terjaga dan justru semakin kokoh.

*Artikel ini ditulis oleh Inang Winarso & telah tayang di www.pikiran-rakyat.com pada tanggal 23 Januari 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.